BIDIK

Kritis, Informatif & Partisipatif

NEWS

Komunitas Literasi Gelar Gethering Perdana di Tahun 2021

Mojokerto, BIDIK – komunitas literasi yang baru didirikan pada tanggal 19 Desember 2020 menggelar acara gethering perdana dengan tema “Membangun Persaudaraan Dalam Kebersamaan” yang dihadiri oleh Saepul selaku pemantik beserta seluruh warga komunitas literasi. Acara ini menjadi yang pertama digelar ditahun 2021 yang dilaksanakan di wisata bernah de valley, Pacet Mojokerto, Minggu, (04/06/2021).

Melalui kegiatan gethering literasi, yang dilaksanakan oleh pengurus komunitas literasi Institut Pesantren Kh. Abdul Chalim merupakan salah satu event perdana yang bertujuan guna menciptakan kekeluargaan seluruh warga komunitas literasi dengan meningkatkan persaudaraan dalam Kebersamaan. Dalam pelaksanaannya diisi beberapa kegiatan mulai dari acara formal, diskusi, sosialisasi beserta fun games.

Dalam sambutannya, brother Nahdi selaku ketua pelaksana gethering KLI mengucapkan terimakasih atas kontribusinya kepada pengurus maupun anggota komunitas literasi dan mengucapkan basmallah bersama-sama guna melancarkan acara gethering perdana ini, selain itu harapannya sesuai dengan tema “membangun persaudaraan dalam kebersamaan”

“Semoga harapan saya di gathering selanjutnya komunitas ini sudah menjadi UKM dan bisa memberikan fasilitas yang nyaman” ujarnya.

Tidak hanya itu, Ficky raja dirgantara Daulay selaku ketua umum komunitas literasi, mahasiswa asal dari Medan dalam sambutannya berpesan bahwa bacalah buku satu hari walaupun satu halaman.

“Bagaimana kita menyampaikan pendapat, bagaimana kita mendapatkan kata-kata kalau bukan dari membaca”, ungkapnya.

Dalam diskusinya, Brother Saepul mahasiswa asal dari Makasar mengatakan bahwa  dalam acara ini mempunyai dua kata yang mana bisa diaplikasikan dalam hidup kita yang rileks yakni 2S santai serius.

“Literasi berhubung dengan bahasa, dan diekspresikan melalui dua metode yakin lisan dan tulisan, kemudian dengan adanya komunitas literasi ini adalah sebagai wadah untuk mendorong literasi di seluruh indosenia”, ujarnya.

Senada dengan Asep Saepuddin selaku mahasiswa asal dari Bandung menanggapi pertanyaan dari pemantik mengatakan bahwa

“literasi lebih indeks ke membaca, tapi yang saya pahami bahwa didalam literasi tersebut tidak hanya cukup untuk membaca, melainkan ketika kita sudah memahami apa yang sudah dibaca kita harus bisa menulisnya atau mengkaji ulang sehingga kita bisa mendefinisikan bahwa yang kita baca itu bisa meluasi pengetahuan kita”, ungkapnya.

Sementara itu Hatijah salah satu peserta aktif diacara gethering ini mengatakan Komunitas literasi sebagai wadah untuk mempermudah kita berkarya dan selain berkarya kita juga dapat menyampaikan aspirasi kita terhadap negara.

“harapan saya dengan di adakan acara gethering semoga terjalinnya persaudaraan antara anggota dan pengurus literasi , semoga proker yang telah di buat dapat terlaksana sehingga dapat meningkatkan komunitas literasi IKHAC yang berkualitas”, pungkasnya.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini dilanjutkan dengan fun game dan berakhir pada pukul 16.00 WIB. (Tia)