BIDIK

Kritis, Informatif & Partisipatif

NEWS

Webinar KPI, Puji Laksono: Jempol Tidak Boleh Lebih Cepat dari Pikiran

MOJOKERTO, BIDIK – Jagat media tengah dilanda banjir informasi, terutama di masa pandemi sekarang ini; lalu-lalang media sudah tidak terbendung. Ditengah hiruk-pikuk pandemi, HIMAPRODI KPI menggelar webinar bertajuk “Problematika Informasi di Era Distrupsi Komunikasi Digital” dan mengundang Puji Laksono, M.Si yang merupakan Dosen KPI IKHAC. Selasa, (10/08/2021).

Dalam webinar Puji membawakan materi berjudul ‘Informasi yang Mematikan’ dengan sub pembahasan diantaranya; peningkatan kasus hoax yang tercatat Kementrian Komunikasi dan Informatika pada 22 Juli mencapai 1786 dengan total sebaran 3499. Disambung dengan dampak pemberitaan Covid-19 dan latar belakang banjir informasi yang disebabkan oleh kemudahan akses internet serta membahas soal Post Truth yang masih terkait dengan banjir informasi.

Puji mengatakan bahwa pengaruh new media (media sosial) dampaknya lebih signifikan dibanding media massa, ditambah di era sekarang publik lebih sulit membedakan mana informasi yang akurat dan tidak.

“New media lebih berpengaruh dibanding media massa dan dampaknya sangat signifikan. Pergerakan hoax sekarang lebih masif di era cyber society, contoh-contoh pengaruhnya bisa kita lihat di sekeliling, ada saja masyarakat yang menyangkal keberadaan Covid-19 karena mendapat pengaruh dari informasi yang kurang kredibel”, katanya.

Lebih lanjut, Puji menyayangkan banjir informasi ini berdampak dan menggiring opini publik, sehingga tidak sedikit masyarakat yang lebih mempercayai informasi media sosial dibanding dokter.

“Ironi sekali, tidak bisa dipungkiri memang. Coba perhatikan, saat ini ada gesekan antara masyarakat dengan tenaga medis. Kepercayaan masyarakat terhadap dokter menjadi luntur lantaran orang-orang saat ini banyak yang lebih mempercayai info dari medsos dibanding dokter. Padahal info belum tentu valid, tapi masyarakat banyak yang menolak diperiksa, menolak minum obat, menolak divaksin. Dampak hoax bisa mematikan”, ujarnya.

Sehubungan dengan itu, di akhir webinar, Puji yang sekaligus merupakan Dosen KPI IKHAC ini memberikan kiat-kiat dan solusi kepada peserta webinar untuk lebih melek informasi, kritis dalam menerima dan membagikan informasi serta harap melatih kemampuan literasi digital.

“Saat menerima informasi kita harus kritis, pastikan untuk crosscheck dan analisa kebenarannya. Selain itu, kita juga perlu melek teknologi, mengasah kemampuan literasi digital itu penting untuk saling berbagi informasi yang mengedukasi. Kita harus baca, analisis, verifikasi, check and recheck sebelum share. Sebisa mungkin, jempol tidak boleh lebih cepat dari pikiran”, pungkasnya. (ila/kri)