BIDIK

Kritis, Informatif & Partisipatif

NEWS

HIMA PRODI PS IKHAC Gelar Seminar Nasional, Kiai Asep : Jadilah Kalian Hanyut Dalam Budaya Ilmu dan Ketaqwaan

MOJOKERTO, BIDIK – Seperti yang kita ketahui bahwa teknologi itu sudah memasuki segala sendi kehidupan kita baik itu kesehatan, pendidikan maupun perbankan. Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (HIMA PRODI PS IKHAC) gelar Seminar Nasional. Mengusung tema “Strategi Fintech Merebut Peluang Pasar Dalam Rangka Memajukan Perekonomian Rakyat Syariah. Kegiatan ini dilaksanakan di Guest House (GH) IKHAC. Minggu, (07/11/2021)

Turut hadir Prof. Dr. KH. Asep Saipuddin Chalim, MA (Pengasuh Pp. Amanatul Ummah), Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B. Bus. M. Sc., (Wakil Ketua Gubernur Jawa Timur), H. Muhammad Al Barra, Lc, M. Hum., (Wakil Ketua Bupati Kab. Mojokerto), Taufiq Anshor, M. Pd.I (Dosen PS), Lu’lu Il Maknuun, SE,MM (Kaprodi), Dr. Sukadir, M. Pd. I (Sponsorship BMT Muamalah Pasuruan), Amir Ambayah Zakaria, S.E, M.SE (Moderator). Dan dihadiri Mahasiswa IKHAC dengan jumlah total keseluruhan 152 orang.

Terpotret oleh BIDIK, seluruh delegasi Hima Prodi IKHAC hadir dalam Seminar Nasional Prodi PS IKHAC (ARI/BIDIK)

Acara ini digagas oleh Prodi PS (Perbankan Syariah) IKHAC, dengan tujuan bahwa Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini dapat memahami terkait Fintech dalam merebut peluang pasar untuk kemajuan perekonomian.

“Kami dari prodi PS mengangkat sebuah tema berasalkan dari isu, jadi tema kami sedikit mengkerucut ke Prodi PS. tujuannya agar semua Mahasiswa yang ikut dan menghadiri acara ini mampu memahami apakah Fintech ini mampu merebut peluang pasar untuk kemajuan perekonomian masyarakat”, Hal ini disampaikan langsung oleh ketua pelaksana, Syarif Hidayatullah.

Dalam sambutannya Prof. Dr. KH. Asep Saipuddin Chalim, MA., menyampaikan bahwa ada dua budaya yang mengikuti perkembangan kalian.

“Saya akan mewujudkan disiplin ilmu dan budaya ilmu di IKHAC ini dan harus di ikuti serta disadari oleh Mahasiswanya sejauh mana penguasaan kalian terhadap ilmu. Ilmu yang menjadi propesionalismenya kalian dalam hal ini merupan syariah dan yang lainnya dengan cara budaya ilmu, tetapi ikuti juga pengajian-pengajian, diskusi-diskusi, seminar-seminar yang semacam ini saya senang, tetapi jangan menghilangkan jati diri kalian, ketika seseorang menghilangkan jati dirinya jangan menyangka kalian akan menyatakan saya gaul, tetapi justru kalian dihinakan oleh orang yang menonton., mampukan idealis bukan sosok-sosok yang idealis. Selanjutnya budaya takwa, ‘jangan pernah ada gerombol-gerombol, kumpul-kumpul apalagi duduk-duduk lagi berdua, saya senang sekali bahwa kalian sering duduk dirumput-rumput tapi semuanya perempuan, karna budaya takwa’. Sebab kalian bakal bernilai manakala dua budaya ini yang mengikuti perkembangan kalian, ketika dua karakter ini tidak kalian miliki maka tidak dipandang apa-apa oleh siapapun. Hati-hati Nak,” jelas Kiai Asep.

Syafa Friska Nur Fauzi Prodi EKOS (Ekonomi Syariah) IKHAC, salah satu peserta Seminar Nasional menyampaikan bahwa dari segi materinya sangat menambah wawasan kita semua.

“Terkait dengan pemateri Seminar Nasional ini sangat-sangat menambah wawasan kita semua baik itu dari segi materi yang berkaitan dengan Fintech sendiri dan juga tadi ada beberapa berkaitan sedikit menyinggung tentang investasi,” pungkasnya.

Dalam pelaksanaanya, acara ini berlangsung dari pukul 07.30 WIB dan dibuka dengan iringan penampilan tari. Kemudian acara formal; pembacaan ayat suci al-quran, sambutan, pemaparan seminar (oleh Gus Barra dan Pak Emil), dan diakhiri dengan pembacaan doa serta foto bersama. (tia/kri)