BIDIK

Kritis, Informatif & Partisipatif

NEWS

Kaprodi : Orang Profesional Selalu Siap Diminta PertanggungJawaban, Himaprodi KPI Adakan School Of Leadership And Administration

MOJOKERTO, BIDIK – Membentuk dan menciptakan calon-calon pemimpin yang totalitas, loyalitas, dan royalitas. Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (HIMAPRODI KPI IKHAC) menggelar School Of Leadership And Administration, bertemakan “Essentials Leadership Mahasiswa” dan mengundang M. Chabibi, Lc. M.Hum., M.IP., yang merupakan Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KAPRODI KPI). Dilaksanakan di Aula Gedung Pascasarjana L.3 IKHAC, Sabtu (04/12/2021).

Dalam sambutannya M. Chabibi, Lc. M.Hum., M.IP., menyampaikan kutipan dari hadist Nabi tentang kepemimpinan.

“Mengutip sebuah hadist كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ini adalah salah satu pesan Nabi Kepada kita semua bagaimana pada hakikatnya kita sebagai seorang manusia itu adalah pemimpin semua. Sedangkan didalam hadist tersebut sebelumnya ada teks-teks hadist Nabi, yang dalam satu hadits nabi itu ada pemberian kesempatan kepada perempuan untuk menjadi pemimpin bagi rumah tangganya,”

Lebih lanjut, Kaprodi menyampaikan bahwa semuanya diberikan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin.

“Yang ketiga, Pemberian kesempatan juga kepada budak. Dalam hadits itu bagaimana Nabi juga mengapresiasi atau memberikan optimisme terhadap budak bahwa ia juga bisa menjadi seorang pemimpin atas pekerjaannya yang diberikan, dan saya rasa semuanya diberikan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin dari berbagai macam latar belakang sosial, budaya, maupun kedaerahan,” ungkapnya.

Terpotret oleh Bidik, Kaprodi KPI IKHAC hadir dalam pelatihan Sekolah Administrasi Kepemimpinan (Adhi/BIDIK)

Lanjut Kaprodi, mengutip bagaimana menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab.

“Saya juga bisa mengutip kalau setiap orang itu bisa menjadi pemimpin, maka setiap orang itu akan dimintai pertanggungjawaban. Ini sesuai dengan kaidah fiqih bahwa bagaimana manajemen pemimpin terhadap rakyatnya itu terikat dengan maslahat. Orang profesional selalu siap untuk diminta pertanggungjawaban tapi kalau orang yang tidak profesional itu sulit untuk dimintai pertanggungjawaban, kita tidak mau menjadi seorang pengecut,” jelasnya.

Sehubungan dengan itu, diakhir sambutannya Kaprodi memberikan pesan berdasarkan hadits Nabi SAW.

“Pemimpin dan yang dipimpin, anggot-anggotanya nanti harus sinergi dengan ketuanya itu pesan saya. Berdasarkan hadist tadi dalam mencapai tujuan bersama, menjalankan dan memajukan KPI kita bersama tidak akan berjalan jika imam saja tanpa ada sinergitas ma’mum atau anggota-anggota organisatorisnya,” pungkasnya. (tia/syn)