BIDIK

Kritis, Informatif & Partisipatif

PUISI

Harapan Negeri Untuk Pemuda

Tujuh puluh empat tahun sudah berlaluMerdeka bangsamu akan renggutan jiwa rasis para penjajah yang telah direnggut Kesucianya kala itu Simah darah akan jasad tergeletak tanpa belas kasihan Ribuan anak tak berdosa mengguncang akan matinya sang penopang. Dunia seakan membuang wajah…

Secangkir Senja

Di kala siang tak tampak lagiLangit senja datang menghampiriMembawakan langit sore dan awan tenangMenjadikannya Suatu keindahan bernilai seniLukisan alam pada payung bumi ituKarya tangan sang pencipta untuk hambanyaLayaknya Tuhan menyuguhi kami secangkir ketenanganKetenangan sesaat namun bermakna

Padamu Bahagia, Lara Bagiku

Mereka melihatku sedang baik-baik sajaNyatanya aku sedang berusaha menyembuhkan lukaMereka melihatku sedang bahagiaNyatanya aku sedang jatuh tersungkurAku akan mencoba berdiriTerlepas aku akan kuat atau tidak Banyak yang berbicara kepadaku dengan lantangHidup hanya sekali mengapa harus bersedihHahaha mungkin mereka tidak tau…

Dimensi Akhir Zaman

Aku bertanya… Kenapa?Kenapa aku dihidupkan pada zaman terburuk dimuka bumi Pada zaman manusia tak lagi peduli antar sesamaHarta dan jabatan bak piala Oskar yang diperebutkanMenjadi insan yang menghamba pada kekuasaan Pada zaman manusia yang hanya senang berkicauTapi malas untuk sekedar…

Suara Hati Anak Rantau

Kami pulang takut bawah virus. Kasihan keluarga, nanti mereka yang sasaran. Anda tahu? Disini harga barang makin naik, dan kami takut keluar asrama. Kalau kami bukan mati karena virus, maka kami akan mati kelaparan. Kami bingung harus berbuat seperti apa…